Program ini merupakan gabungan keilmuan dalam lingkup agrokomplek yaitu pertanian, peternakan, serta teknologi industri pertanian. Lulusan program ini akan dapat bekerja sebagai pelaku usaha (Enterpreneur) yang mampu mengaplikasi teknik pertanian berkelanjutan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, serta fasilitator yang mempunyai karakter kepemimpinan kuat dalam penyelesaian masalah pertanian.
Program studi Agroteknopreneur merupakan program pengembangan vokasi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang terintegrasi dengan Pusat Unggulan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terapan (PUSPITEP) UIN SGD Bandung untuk mengelola kawasan Kampus Arjasari seluas 200 Ha dan kawasan Balai Latihan dan Penelitian Lahan Sawah Ciparay seluas 8 ha. Program ini didirikan pada tanggal 20 Juni 2019 berdasarkan Surat Keputusan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Nomor 350/UN6.RKT/kep/HK/2019.
Program ini merupakan gabungan keilmuan dalam lingkup agrokomplek yaitu pertanian, peternakan, serta teknologi industri pertanian. Lulusan program ini akan dapat bekerja sebagai pelaku usaha (Enterpreneur) yang mampu mengaplikasi teknik pertanian berkelanjutan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, serta fasilitator yang mempunyai karakter kepemimpinan kuat dalam penyelesaian masalah pertanian.
Program Studi Agroteknopreneur merupakan program vokasi atau yang berjenjang D4 yang setara dengan sarjana. Lulusan program ini akan mendapat gelar sarjana terapan pertanian. Sistem belajarnya menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centred learning/SCL), dengan menggunakan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), experiential learning, role play, real-world problem-solving, learning by being coach, learning by competing, dan lain-lain.
Program Studi Agroteknopreneur menggunakan kurikulum 2021 yang merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya (Kurikulum 2019). Komposisi perkuliahan dan praktikum yaitu 40% : 60%, serta komposisi jumlah tenaga pengajar dosen dan praktisi sebesar 50% : 50%. Kurikulum dengan sistem modular ini, memungkinkan dalam penerapan sistem Multi-Entry Multi-Exit.
Visi
“Menjadi program studi yang unggul dalam penerapan inovasi teknologi dan bisnis di bidang pertanian terintegrasi”
Misi
Kurikulum program studi Agroteknopreneur UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengacu kepada model sistem modular yang disusun berdasarkan level kompetensi tahunan lulusan yang berjenjang sesuai dengan Level KKNI. Materi pembelajaran setiap modul mengacu kepada SKKNI dan skema uji kompetensi BNSP. Penilaian hasil belajar berbasis modul dilakukan dengan ujian modul dan uji sertifikasi kompetensi BNSP.
Program studi ini merupakan vokasi yang berjenjang D4 yang setara dengan sarjana, yang mengembangkan kompetensi penerapan usaha pertanian terpadu yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Lulusan program ini akan dapat bekerja sebagai pelaku usaha (Enterpreneur) yang mampu mengaplikasi teknik pertanian berkelanjutan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, serta fasilitator yang mempunyai karakter kepemimpinan kuat dalam penyelesaian masalah pertanian.
Sistem belajarnya menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student-centred learning/SCL), dengan menggunakan metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), experiential learning, role play, real-world problem-solving, learning by being coach, learning by competing, dan lain-lain.
Profil lulusan Program studi Agroteknopreneur adalah :
Program Studi Agroteknopreneur memiliki berbagai sertifikasi kompetensi yang dapat diambil mahasiswa setelah berhasil menyelesaikan studinya. Beberapa sertifikasi ini antara lain:
Sertifikasi ini dapat menunjang kebutuhan industri, seperti perusahaan pertanian, peternakan, dan industri pertanian lainnya. Sertifikasi ini juga dapat membantu mahasiswa dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan jurusan dan kompetensinya
Sangkalan: Informasi ini berlaku untuk pendaftaran Tahun Akademik berjalan dan sewaktu-waktu dapat berubah menyesuaikan kebijakan Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.